Sosok mumi ditemukan pada tahun 1905 oleh arkeolog James Quibell. Penampilan mumi ini tidak biasa, karena memiliki rabut terang dan dinilai cukup tampan. Spekulasi berkembang, apakah ini mumi Nabi Yusuf alaihis-salam ?
Misteri Mumi Yuya Dan Spekulasinya
Penemuan Mumi Yang Agak Laen
Pada tahun 1905 M, arkeolog James Quibell menemukan sebuah makam di dalam kompleks yang dikenal sebagai KV46 di Wadi al Muluk (Lembah Para Raja), Luxor Mesir. Makam itu kemudian diteliti dan pelajari muminya. Selanjutnya mumi tersebut diidentifikasi sebagai Yuya dan istrinya, Tjuyu.
Sementara itu, mumi Yuya menarik perhatian para peneliti karena fitur wajah dan rambutnya yang tampak berwarna terang dalam beberapa foto. Wajahnya dianggap 'ganteng'.
![]() |
| Yuya, Mumi Ganteng |
Paras yang ganteng ini, sebenarnya tidak lepas dari proses mumifikasi yang sempurna sehingga terawetkan dengan baik. Bandingkan dengan mumi Ramses II atau mumi Merneptah yang terlihat menyusut dagingnya. Data data terkait mumi Yuya antara lain :
- Memiliki paras yang jelas, dan rambut berwarna pirang.
- Isi makam yang sangat lengkap dengan koleksi furnitur pemakaman, peti mati, topeng, dan berbagai barang peninggalan luar biasa lainnya, menandakan ia dari kalangan elit.
- Yuya bukan Fir'aun atau memiliki garis keturunan Fir'aun. Tidak ada mahkota (pharaonic crown) didalam makamnya. Tidak ditemukan mahkota kedaulatan Firaun (seperti mahkota ganda Pschent, mahkota putih Hedjet, atau mahkota merah Deshret).
Hasil Penelitian Arkeologis
- Yuya, seorang bangsawan Mesir Kuno yang hidup pada masa Dinasti ke-18. Ia bukan raja, bukan pula pewaris takhta.
- Yuya memiliki kedudukan sosial yang tinggi karena ia adalah ayah dari Ratu Tiye, istri utama Firaun Amenhotep III, salah satu penguasa besar Mesir Kuno.
- Tiye menikah dengan Amenhotep III dan memperoleh gelar Istri Kerajaan Agung (Great Royal Wife). Gelar tersebut menunjukkan kedudukannya sebagai istri utama firaun. Tiye bukan sekadar pendamping raja. Namanya tercatat dalam berbagai peninggalan kerajaan, dan ia dipandang sebagai sosok yang memiliki kedudukan penting di lingkungan istana.
- Dari Tiye, lahir fir'aun fir'aun yang mewarnai sejarah. Antara lain putranya sendiri yaitu Amenhotep IV, yang kemudian dikenal dengan nama Akhenaten. Firaun ini terkenal karena kebijakannya 'merubah tuhan' Mesir. Fir'aun fir'aun sebelumnya menyembah banyak tuhan seperti Amun, Ra, dan Osiris. Kemudian dirubah oleh Akhenaten untuk menyembah satu tuhan yang berwujud cakram matahari bernama Aten.
Spekulasi Terkait Nabi Yusuf
Nabi Yusuf alaihis salam adalah Nabi berparas tampan yang hidup di Mesir pada masa lalu. Dalam literatur sejarah Islam, ada penulis yang menyebut ia adalah seorang menteri dari Malik bin Royyan, yang merupakan seorang Fir'aun.
Dari sini, kemudian muncullah teori spekulatif atau cocoklogi yang mengaitkan Mumi Yuya dengan Nabi Yusuf alaihis-salam. Diantara kesamaan yang sering di ungkapkan adalah :
- Nabi Yusuf adalah orang asing yang berasal dari Kan'an yang kemudian dijual kepada salah satu Azis (pembesar) Mesir.
- Nabi Ya'qub dan anak anaknya (termasuk Nabi Yusuf as) memiliki warna rambut yang berbeda dari masyarakat kebanyakan. Warna rambut ini yang kemudian dikenali oleh saudara saudara Yusuf saat bertemu kembali dengannya setelah terpisah lama.
- Nabi Yusuf bermula sebagai seorang budak yang dijual, kemudian diangkat anak, kemudian dipenjara, lalu dimuliakan oleh Allah, diangkat oleh Raja saat itu sebagai menteri yang mengurusi masalah logistik.
Kondisi nabi Yusuf ini dianggap serupa dengan Mumi Yuya dari sisi :
- Memiliki rambut berwarna terang yang berbeda dari mumi mumi lainya.
- Merupakan orang asing (bukan dari kalangan keluarga Fir'aun
- Memiliki karir sebagai orang mulia di kerajaan berkat putrinya
Seorang penulis Mesir bernama Ahmet Osman, menulis sebuah buku berjudul : Stranger in the Valley of the Kings: The Identification of Yuya as the Patriarch Joseph (Orang Asing di Lembah Para Raja: Identifikasi Yuya sebagai Nabi Yusuf (Sang Leluhur). Buku ini terbit tahun 1987
Dalam tulisan itu, Ahmet Osman mengemukakan teori bahwa Yuya adalah Nabi Yusuf. Dasar argumennya adalah :
Nama Asli dan Nama Mesir : Osman beranggapan bahwa nama Yusuf (Joseph) saat tinggal dan menjabat di Mesir diubah atau diadaptasi oleh orang Mesir menjadi Yuya (karena lidah/bahasa Mesir kuno saat itu).
Jabatan yang Sama: Menurutnya, meski nabi Yusuf menjadi menteri pertanian biasa, namun jabatannya merupakan pilar kerajaan sehingga posisinya sangat penting. Ini serupa dengan Yuya sebagai penasihat kepercayaan Firaun ("Father to the Pharaoh") sangat cocok dengan kisah perjalanan karier Nabi Yusuf yang dipercaya mengelola pilar kerajaan.
Fir'aun Monotheis : Putri Yuya (yaitu Ratu Tiye) menjadi Ratu Mesir, dan anaknya (Firaun Amenhotep IV atau Akhenaten) membawa ajaran menyembah Satu Tuhan bernama Aten (Atenism), yang dianggap Osman sebagai pengaruh ajaran monoteisme bawaan Nabi Yusuf.
Bantahan Arkeolog dan Pandangan Agama
Mengaitkan mumi Yuya dengan Nabi Yusuf merupakan teori yang sangat menarik. Apalagi jika terbukti benar. Namun dari segi Arkeologi dan Pandangan Agama (Islam), klaim itu tidak cukup kuat.
Para egiptolog (ahli sejarah Mesir kuno) menolak mengaitkan Nabi Yusuf dengan Mumi Yuya dengan argumen :
- Warna rambut terang pada mumi Yuya, terjadi akibat reaksi kimiawi zat pengawet (natron dan resin) selama ribuan tahun. Bukan karena ia keturunan Ya'qub dari Kan'an
- Prasasti dan bukti sejarah lokal Mesir menunjukkan bahwa Yuya memiliki akar keluarga dari kota Akhmim (Mesir Hulu), bukan imigran murni yang datang langsung dari wilayah Kanaan.
- Garis Waktu (Chrono-gap) menempatkan masa hidup Nabi Yusuf di era Firaun yang jauh lebih awal (seperti era Hyksos atau Kerajaan Pertengahan/Middle Kingdom), jauh sebelum Dinasti ke-18 tempat Yuya hidup.
Pandangan dari agama Islam :
- Dalam sumber Islam, Al-Qur'an menceritakan kehidupan Nabi Yusuf, tetapi tidak memberikan keterangan terperinci mengenai lokasi makam atau keadaan jasad beliau setelah wafat.
- Keyakinan ummat Islam, jasad para nabi dijaga dan tidak membusuk atau hancur di dalam tanah, sehingga mumi yang telah melalui proses pengawetan buatan dianggap tidak mencerminkan jasad seorang nabi.
Wallahu A'lam.
--selesai--


