![]() |
| Ilustrasi https://www.britannica.com/topic/Donner-party |
1. Awal Perjalanan Menuju California
Pada musim semi 1846, sejumlah keluarga dan para pendatang dari wilayah Midwest Amerika Serikat bergabung dalam untuk melakukan perjalanan menuju tanah impian, California.
Mereka berangkat dari negara bagian Missouri. Tujuan mereka adalah California, tanah yang menjanjikan kehidupan baru : lahan pertanian, peluang ekonomi, dan masa depan yang lebih baik. Perjalanan ini bukan perjalanan biasa. Mereka harus menempuh ribuan kilometer dengan kereta wagon, melewati padang rumput, gurun, sungai, dan akhirnya pegunungan.
Perjalanan ini dikenal sebagai Donner Party, mengambil nama dari dua bersaudara yang menjadi pemimpin yaitu, George Donner dan Jacob Donner.
Dalam catatan sejarah ekspedisi Donner Party, rombongan ini memulai perjalanan awal mereka dengan membawa sekitar 20 hingga 23 gerobak (kereta kuda/sapi yang ditarik oleh hewan) yang membawa total 87 orang. Jumlah gerobak ini sempat bertambah menjadi sekitar 27 gerobak di tengah perjalanan karena ada keluarga lain (seperti keluarga Graves) yang bergabung dengan rombongan..
Pada awalnya, perjalanan berlangsung relatif normal. Namun, masalah besar mulai muncul ketika mereka mengambil keputusan yang ternyata sangat menentukan nasib seluruh rombongan.
2. Keputusan Salah : Jalan Pintas Hastings Cutoff
Sebenarnya pada waktu itu terdapat beberapa jalur menuju California.
Jalur yang digunakan sebagian besar emigran relatif sudah dikenal. Tetapi seorang pemandu bernama Lansford W. Hastings mempromosikan jalur alternatif yang disebut Hastings Cutoff. Menurut Hastings, jalur tersebut dapat mempersingkat perjalanan secara signifikan. Masalahnya Hastings sendiri belum pernah memimpin rombongan wagon melalui seluruh jalur tersebut.
Donner Party akhirnya memilih jalur itu. Inilah salah satu keputusan paling terkenal dalam kisah tersebut. Mereka berharap dapat menghemat waktu, tetapi justru menghadapi medan yang sangat sulit. Mereka harus membuka jalan sendiri melalui kawasan yang belum memiliki jalur wagon yang memadai. Akibatnya, perjalanan menjadi lebih lambat, bukan lebih cepat.
3. Terperangkap di Pegunungan Sierra Nevada
Keputusan mengambil jalur alternatif tersebut adalah keputusan salah. Medannya sangat sulit, membuat perjalanan melambat. Padahal dalam perjalanan ke California, waktu adalah titik kritisnya. Terlambat, akan menyebabkan terjebak badai salju.
Rombongan harus melewati wilayah yang sangat sulit, termasuk kawasan gurun dan medan berbatu. Mereka mengalami berbagai persoalan. Seperti kekurangan air, kekurangan makanan, kerusakan wagon, kelelahan manusia dan hewan, dan keterlambatan perjalanan.
Mereka juga harus menebang pepohonan dan membersihkan jalan agar wagon dapat lewat. Semakin lama mereka tertahan, semakin besar kemungkinan mereka memasuki Pegunungan Sierra Nevada ketika musim dingin tiba. Dan itulah yang akhirnya terjadi.
Pada akhir Oktober 1846, Donner Party akhirnya mendekati Sierra Nevada. Pegunungan tersebut merupakan salah satu hambatan terakhir sebelum mereka mencapai California. Secara teori, mereka sudah hampir sampai.
Tetapi ada masalah besar : musim dingin telah datang. Salju mulai turun dengan deras. Rombongan berusaha menyeberangi pegunungan, tetapi badai salju membuat perjalanan hampir mustahil. Mereka mencoba terus bergerak. Namun akhirnya wagon-wagon mereka tidak mampu melewati salju yang semakin dalam.
![]() |
Mereka terjebak salju di Pegunungan Sierra Nevada. Di lokasi yang sekarang dikenal sebagai Donner Pass, California.
4. Hidup Dan Mati
Inilah awal dari bagian paling mengerikan dalam kisah Donner Party.
Mereka mendirikan tempat perlindungan sederhana. Sebagian tinggal di kabin yang sudah ada, sementara yang lain membuat tempat perlindungan dari kayu, kain, dan bahan-bahan yang tersedia.
Tetapi mereka menghadapi persoalan yang sangat serius :makanan mereka semakin sedikit. Hewan-hewan mereka juga mati satu demi satu. Ketika salju semakin tebal, mereka hampir tidak mungkin berburu atau mencari makanan dalam jumlah cukup.
Hari berubah menjadi minggu. Minggu berubah menjadi bulan. Persediaan makanan hampir habis. Mereka mulai memakan apa saja yang masih tersedia. Daging hewan yang mati digunakan sebagai makanan. Kulit binatang dan benda-benda lain yang biasanya tidak dianggap sebagai makanan juga mulai dimanfaatkan untuk bertahan hidup.
Tubuh manusia mulai mengalami efek kelaparan berat. Orang-orang menjadi sangat lemah. Penyakit mulai muncul. Anak-anak termasuk yang paling rentan. Mereka mati satu persatu.
5. The Forlorn Hope Dan Tuduhan Kanibalisme
Sebagian anggota Donner Party pernah mencoba mencari jalan keluar sendiri. Pada pertengahan Desember 1846, sekitar 15 orang meninggalkan perkemahan. Mereka dikenal dalam sejarah sebagai kelompok Forlorn Hope.
Mereka berharap dapat berjalan kaki menembus pegunungan dan mencapai pemukiman di California. Tetapi mereka menghadapi salju yang sangat dalam, cuaca ekstrem, kelaparan, dan kelelahan. Perjalanan mereka berubah menjadi perjuangan hidup dan mati. Sebagian dari mereka meninggal di perjalanan.
Dan di sinilah kisah kanibalisme Donner Party mulai muncul.
Ketika beberapa anggota kelompok Forlorn Hope meninggal, para penyintas menghadapi situasi ekstrem. Mereka tidak memiliki makanan. Dalam keadaan tersebut, sebagian mayat kemudian dimakan oleh para penyintas.
Ada bukti historis yang menunjukkan terjadinya kanibalisme. Namun ada satu hal penting yang sering hilang dalam cerita populer: tidak semua orang Donner Party melakukan kanibalisme. Bahkan dalam kelompok Forlorn Hope sendiri, terdapat orang-orang yang memilih tidak memakan daging manusia meskipun berada dalam kondisi kelaparan ekstrem.
Tapi apakah mereka sengaja membunuh temannya untuk dimakan ?
Selama bertahun-tahun beredar cerita bahwa beberapa orang Donner Party membunuh orang lain agar dapat memakan mereka. Tetapi bukti sejarah mengenai hal tersebut lemah. Bukti arkeologi dan catatan sejarah modern mendukung terjadinya konsumsi jenazah dalam kondisi kelaparan.
Beredar kisah yang sangat kontroversial.
Seorang anggota bernama Lewis Keseberg diduga membunuh dan memakan Tamsen Donner, istri dari ketua kelompok yaitu George Donner.
Tuduhan ini muncul karena pada akhir Maret 1847, George Donner akhirnya meninggal. Kemudian Tamsen meninggalkan jasad suaminya. Ia berusaha keluar dari Alder Creek. Ia berhasil mencapai Breen cabin, tempat Lewis Keseberg berada.
Tetapi Tamsen sudah sangat lemah. Ia tidak bertahan lama. Ia diperkirakan meninggal tidak lama kemudian. Tubuhnya juga tidak pernah ditemukan secara pasti.sampai sekarang, keberadaan jenazah Tamsen Donner tidak diketahui secara pasti. Karena itu, akhir hidupnya mempunyai unsur misteri.
Berbagai tuduhan diarahkan kepada Keseberg, atas hilangnya Tamsen. Namun tidak dapat dibuktikan secara definitif. Keseberg memang ditemukan dalam kondisi mengerikan dan kemudian dituduh melakukan pembunuhan serta kanibalisme.
Namun ia membantah membunuh Tamsen. Ia mengakui melakukan kanibalisme dalam kondisi kelaparan, tetapi bukan pembunuhan terhadap Tamsen. Ia kemudian tidak dihukum atas tuduhan pembunuhan tersebut.
6. Upaya Penyelamatan Dan Para Penyintas
Pada Februari 1847, ekspedisi penyelamatan pertama akhirnya berhasil mencapai perkemahan Donner Party. Tetapi kedatangan penyelamat tidak berarti semua orang bisa langsung dibawa keluar.
Masalahnya: tidak cukup orang dan hewan untuk membawa seluruh rombongan sekaligus. Mereka harus memilih siapa yang dibawa terlebih dahulu. Sebagian orang yang selamat harus tetap tinggal di kamp. Ini menghasilkan situasi yang sangat menyedihkan.
Orang-orang yang sudah sangat lemah harus menyaksikan anggota keluarga mereka pergi bersama rombongan penyelamat, sementara mereka sendiri masih harus menunggu.
Ketika ekspedisi penyelamatan datang, keluarga Donner menghadapi masalah tambahan: mereka berada lebih jauh dari sebagian anggota rombongan lainnya. George Donner mengalami luka dan kondisi fisik yang buruk sehingga tidak dapat bergerak dengan mudah.
George Donner akhirnya meninggal.
Istrinya, Tamsen Donner, memiliki kesempatan untuk meninggalkan kamp. Namun ia memilih tetap bersama suaminya. Anak anaknya yang ada 3 diserahkan kepada tim penyelamat. Sementara ia memilih menunggui suaminya sampai meninggal. Setelah suaminya meninggal, Tamsen keluar kabin Breen. Setelah itu ia menghilang.
Ekspedisi pertama membawa sebagian orang keluar. Kemudian ekspedisi kedua dan ketiga menyusul. Setiap ekspedisi menghadapi kondisi yang sangat berat. Mereka harus berjalan melewati salju sambil membantu orang-orang yang sudah hampir tidak mampu berjalan.
Anak-anak menjadi salah satu prioritas penting. Tetapi beberapa orang yang tertinggal meninggal sebelum bantuan berikutnya datang. Pada akhirnya, empat kelompok penyelamat dikirim untuk mengevakuasi para penyintas.
Berapa banyak yang meninggal ?
Dari total 87 orang, hanya 48 orang yang berhasil keluar hidup-hidup.
-- 00 selesai 00 --
Referensi :
- https://www.britannica.com/topic/Donner-party
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1015640418530992&set=a.481746171920422&locale=ar_AR
This Blog/Web Site is made for educational purposes only as well as to give you general information. All materials are properties of their respective owners.
If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as

.webp)

