Ada sebuah kisah yang beredar di internet tentang sebuah kitab kuno bernama Kitab Henokh (The Book of Enoch). Kitab ini digambarkan sebagai salah satu buku paling mengerikan dalam dunia sihir dan perdukunan. Konon di dalamnya terdapat kisah para malaikat atau makhluk gaib serta menyimpan berbagai rahasia tentang makhluk-makhluk yang pernah menghuni bumi..
Dikait-Kaitkan Dengan Nabi Idris
Henokh atau Enock atau Akhnukh sering diidentifikasi sebagai Nabi Idris. Karena itu Kitab Henokh sering disebut sebagai Kitab Nabi Idris. Namun apakah Nabi idris yang menulisnya ?
Meskipun dikait kaitkan dengan Nabi Idris as, kitab ini bukanlah wahyu yang diakui dalam ajaran utama agama Islam maupun Yudaisme-Kristen ortodoks. Kitab ini dikategorikan sebagai literatur apokrifa (pseudonim)—artinya kitab ini ditulis oleh penulis-penulis anonim di masa kuno (abad-abad sebelum Masehi) yang menggunakan nama "Henokh" untuk memberikan otoritas pada tulisan mereka.
Kitab Henokh memang benar-benar ada
Yang perlu ditegaskan terlebih dahulu, 1 Enoch atau Kitab Henokh Pertama adalah teks kuno yang benar-benar ada. Fragmen-fragmen berbahasa Aram dari Kitab Henokh ditemukan di antara Naskah Laut Mati (Dead Sea Scrolls) di Goa Qumran. Sementara itu, teks lengkapnya bertahan dalam bahasa Ge'ez atau Etiopia.
 |
| Naskah berbahasa ge'ez |
 |
| Fragmen Aram |
Kitab ini merupakan karya apokaliptik Yahudi yang secara tradisional dinisbatkan kepada Henokh, tokoh yang disebut dalam tradisi sebagai leluhur Nabi Nuh. Bagian-bagian tertuanya diperkirakan berasal dari beberapa abad sebelum Masehi.
Kitab ini dikenal oleh kalangan Yahudi dan Kristen awal. para penulis Perjanjian Baru pada abad-abad pertama tampaknya tidak asing dengan cerita-cerita dalam Kitab Henokh, bahkan mendapat pengaruh darinya [wikipedia].
Kisah The Watchers dan perempuan manusia
Yang menarik adalah isinya, yang antara lain membahas para Watchers, malaikat, Nephilim, penghakiman, dan berbagai penglihatan apokaliptik. Salah satu bagian paling terkenal dari 1 Enoch adalah kisah tentang para Watchers.
The Watchers dalam gambaran kitab Henokh digambarkan sebagai makhluk surgawi. Mereka turun ke bumi dan melihat perempuan-perempuan manusia. Mereka kemudian mengambil perempuan manusia sebagai pasangan dan melahirkan keturunan. Mereka menghasilkan keturunan berwujud mengerikan yang suka meminum darah. Menurut kitab tersebut, keturunan ini sangat cerdas, tetapi mereka menggunakan kecerdasan tersebut untuk menghancurkan umat manusia.
Para Watchers digambarkan mengajarkan berbagai pengetahuan kepada manusia, termasuk hal-hal yang dianggap membawa kerusakan. Dari hubungan mereka dengan perempuan manusia lahirlah makhluk yang dikenal sebagai Nephilim, yang dalam tradisi berikutnya sering dikaitkan dengan para raksasa.
Necronomicon Dan Entitas Entitas Kuno
Kisah Necronomicon dan ras-ras entitas purba (The Old Ones) sering dikait-kaitkan dengan Kitab Henoch. kisah ini berhasil meningkatkan misteri dari buku menjadi lebih mengerikan dan menakutkan.
Necronomicon adalah buku sihir. Secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yang berarti Buku Pengaturan Orang Mati. Buku ini berisi formula terlarang untuk memanggil entitas kosmik purba yang mengerikan (dikenal sebagai The Great Old Ones atau Elder Things). Yaitu entitas yang ukurannya lebih besar dari manusia itu sendiri dan memiliki kemiripan tertentu dengan manusia.
Buku ini aslinya ditulis dalam bahasa Arab dengan judul Al Azif yang artinya suara setan atau jin, oleh seorang penyihir gila asal Yaman bernama Abdul Al-Hazred (yang juga disebutkan dalam teks sebelumnya) sekitar tahun 738 M di Damaskus.
Al-Hazred meyakini bahwa selain manusia, ada ras-ras lain yang mewarisi bumi, seperti setan, malaikat, jin, dan lainnya. Ia percaya bahwa ilmu dan informasi yang dimilikinya berasal dari dunia supranatural melalui perantara entitas-entitas lain. Disebutkan pula di dalam kitab ini bahwa entitas-entitas tersebut pada akhirnya akan menguasai bumi.
Necronomicon Adalah Fiktif
Kitab Henockh dan Necronomicon sebenarnya dua buku yang tidak berkaitan. Necronomicon tidak ada dalam manuskrip Kitab Henockh. Namun, mengapa kedua kitab ini sering dikaitkan atau dibahas secara bersamaan ?
Necronomicon adalah kitab fiksi yang diciptakan penulis Amerika, H.P. Lovecraft, pada awal abad ke-20. Dalam History of the Necronomicon, Lovecraft sengaja membuat Necronomicon terlihat seolah-olah benar-benar memiliki sejarah panjang.
Ia ciptakan cerita fiktif mengenai al-Hazred dan kitabnya al-Azif. Lalu ia gambarkan seolah olah kitab Al-Azif ini diterjemahkan dalam bahasa Yunani dan Latin. Lalu untuk memperkuat kisahnya, diceritakan mengenai larangan oleh Paus. Lalu ia ceritakan bahwa John Dee telah menterjemahkannya.
John Dee inilah titik pengaitnya. Yang menyebabkan Kitab Henoch selalu dikaitkan dengan Necronomicon.
Siapa John Dee ?
Dr. John Dee adalah matematikawan dan penasihat Ratu Elizabeth I. Pada abad ke-16, John Dee melakukan serangkaian eksperimen spiritual bersama Edward Kelley. Kelley bertindak sebagai scryer (orang yang melihat ke dalam kristal atau batu penglihatan) sementara Dee mencatat komunikasi yang mereka yakini berasal dari malaikat.
Dari kegiatan inilah muncul kumpulan teks, alfabet, yang oleh John Dee disebut bahasa Angelical, Celestial Speech, atau Adamical. Namun orang orang menyebutnya Enochian. Karena hasil eksperimen tersebut dikumpulkan dalam buku berjudul The Book Of Enoch
British Library mencatat sebuah manuskrip Sloane MS 3189 dengan judul:
The Book of Enoch / Liber Mysteriorum Sextus et Sanctus / Liber Loagaeth
Manuskrip itu berasal dari 1583 dan ditranskripsikan oleh Edward Kelley. Isinya berupa komunikasi dan penglihatan yang dikaitkan dengan malaikat, termasuk halaman-halaman yang penuh dengan susunan huruf dan angka dalam kotak 49 × 49.
Jadi memang ada sesuatu yang disebut "Book of Enoch" dalam arsip John Dee. Tetapi ini bukan 1 Enoch/Kitab Henokh kuno yang dikenal dari tradisi Yahudi dan manuskrip Qumran.
Pengembangan lebih lanjut dari Kitab Henokh dan Necronomicon kuno dalam budaya populer, adalah menggunakannya sebagai gagasan cerita dalam berbagai novel, komik, permainan, dan film horor.
Salah satu yang paling terkenal adalah The Evil Dead, yang menggunakan kitab fiktif tersebut sebagai salah satu unsur penting dalam ceritanya. Dalam film-film tersebut, membaca atau membangkitkan isi kitab dapat membuka jalan bagi munculnya kekuatan atau makhluk jahat.
 |
| Properti film Evil Dead |
Konsep seperti ini kemudian berulang kali digunakan dalam budaya populer Padahal, hubungan antara Necronomicon dan Kitab Henokh lebih merupakan asosiasi dalam budaya populer daripada hubungan sejarah antara dua kitab kuno.
========================================
This Blog/Web Site is made for entertainment purposes only. All materials are properties of their respective owners. If you own the copyright to this file/image and do not wish for it to be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.