Pada pertengahan Oktober, ribuan orang warga venezuela berziarah ke Gunung Sorte setiap tahunnya untuk melakukan ritual membara sebagai bentuk penghormatan kepada sang Dewi Pribumi María Lionza. Ritual ini telah berlangsung selama ratusan tahun.
![]() |
| Foto Karya Cristina García Rodero Berjudul María Lionza rituals. |
Ritual Lilin Sekte Keagamaan Maria Leonza
Di tengah lebatnya hutan hujan Pegunungan Sorte, Yaracuy, Venezuela, ribuan peziarah berkumpul setiap tahunnya untuk menjalankan tradisi keagamaan yang mistis dan penuh misteri.
Kepercayaan ini berpusat pada sosok María Lionza, seorang dewi atau ratu spiritual yang sangat dihormati oleh jutaan pengikutnya. Kepercayaan María Lionza merupakan bentuk sinkretisme unik yang menggabungkan elemen spiritualis suku asli, tradisi Katolik, dan kepercayaan mistis Afrika.
Ritual Api Dan Lilin
Di antara berbagai praktik spritual dalam kelompok ini, penggunaan lilin, tembakau, dan fenomena kesurupan massal (possession) menarik perhatian dunia luar.
Lilin adalah media penyalur energi spiritual yang sangat kuat. Lilin berwarna-warni digunakan dalam berbagai bentuk upacara penyembuhan dan pembersihan diri (dikenal sebagai velación).
Dalam upacara ini, seseorang yang membutuhkan penyembuhan fisik atau pembersihan energi negatif akan berbaring di dalam lingkaran lilin dan bubuk mesiu. Api dari lilin melambangkan pembersihan, sedangkan asap tembakau cerutu ditiupkan ke sekeliling tubuh untuk mengusir roh jahat.
![]() |
| Pembersihan Diri - Foto diambil dari The Guardian |
![]() |
| Kesurupan - Foto diambil dari The Guardian |
Sensasi mistis semakin terasa kuat saat para praktisi spiritual (medium) memasuki keadaan kesurupan atau trance. Dalam kondisi trance ini, tubuh sang medium dipercaya dimasuki oleh roh-roh leluhur, pejuang pribumi, atau pahlawan sejarah Venezuela.
Saat berada dalam kondisi kerasukan roh, para medium sering kali memperlihatkan kekebalan fisik di luar nalar. Mereka menari di atas bara api (Baile en Candela), memotong kulit tanpa merintih kesakitan, hingga memegang dan ngemut api lilin yang menyala di mulut mereka.
Aksi ekstrem seperti menempelkan atau memasukkan lelehan serta api lilin ke dalam mulut menjadi bukti nyata bahwa tubuh sang medium telah sepenuhnya diambil alih oleh roh spiritual. Api yang tidak membakar jaringan mulut dipercaya sebagai tanda perlindungan ilahi dan bentuk penyucian tak terlihat.
Asal Usul Maria Lionza
Sejarah dan asal-usul María Lionza merupakan campuran antara legenda rakyat suku pribumi Venezuela, dan akulturasi budaya yang berkembang selama berabad-abad.
Menurut mitologi lisan suku pribumi Caquetío di wilayah Yaracuy, Venezuela, legenda María Lionza bermula pada masa pra-Kolumbus (sebelum kedatangan bangsa Spanyol):

Pemujaan Maria Leonza - Foto diambil dari The Guardian
Seorang kepala suku memiliki seorang putri bermata hijau yang sangat indah bernama Yara. Namun, para dukun meramalkan bahwa anak perempuan bermata hijau ini membawa pertanda buruk dan akan menyebabkan kebinasaan suku jika ia melihat bayangan matanya sendiri di air.
Karena takut akan ramalan tersebut, Yara disembunyikan di dalam gua di dekat Gunung Sorte dan dijaga ketat oleh para pejuang suku.
Suatu hari, sang putri berhasil meloloskan diri dan pergi ke tepi sungai. Saat melihat bayangannya di air sungai, seekor ular anaconda raksasa yang menjaga sungai menelannya.
Legenda mengatakan bahwa ular tersebut kemudian meledak karena tidak sanggup menampung kekuatan spiritual sang putri. Air sungai pun meluap menenggelamkan wilayah sekitar, dan sang putri bangkit kembali sebagai Ratu Hutan dan Pelindung Alam.
Seiring masuknya bangsa Spanyol dan perbudakan Afrika ke Venezuela, cerita rakyat ini mengalami proses sinkretisme. Nama (Yara) perlahan bergeser menjadi María de la Onza (María dari Singa/Puma, karena ia sering digambarkan menunggangi tapir atau dilindungi binatang buas), yang kemudian disingkat menjadi María Lionza.
--selesai--



