![]() |
Berikut adalah kisah lengkap mengenai Amarjeet Sada, yang dikenal sebagai salah satu pembunuh berantai termuda dalam sejarah modern.
Pada tahun 2006, sebuah desa terpencil bernama Musapur di distrik Begusarai, Bihar, India, diguncang oleh serangkaian tragedi misterius yang melibatkan kematian bayi-bayi tak berdosa. Di balik kengerian tersebut, tersimpan fakta yang jauh lebih mengejutkan: pelaku dari kejahatan keji ini adalah seorang anak laki-laki berusia delapan tahun bernama Amarjeet Sada.
Awal Mula Tragedi di Dalam Keluarga
Amarjeet lahir dari keluarga buruh miskin di pedesaan Bihar. Kengerian dimulai pada tahun 2006 ketika Amarjeet yang saat itu baru berusia tujuh tahun tiba-tiba dikaitkan dengan kematian sepupunya sendiri yang masih bayi (baru berusia sekitar enam bulan).
Saat itu, ibu Amarjeet meninggalkan bayi tersebut sendirian di dalam rumah bersama Amarjeet sementara para orang dewasa sedang bekerja di luar. Sekembalinya mereka, bayi itu hilang. Setelah pencarian dilakukan, Amarjeet dengan dingin menuntun warga desa ke sebuah lapangan terdekat di mana ia telah mengubur jasad bayi tersebut setelah memukul dan mencekiknya.
Meskipun perbuatan tersebut sangat mengerikan, pihak keluarga memilih untuk menutupinya. Mereka menganggap kejadian itu sebagai "masalah keluarga" dan aib yang harus disembunyikan agar tidak melibatkan pihak kepolisian. Keputusan fatal ini memberi ruang bagi Amarjeet untuk kembali melakukan kejahatan serupa.
Korban-Korban Berikutnya
Dilindungi oleh keheningan keluarganya dan anggapan masyarakat bahwa anak kecil tidak mungkin berbuat jahat, Amarjeet mengulangi tindakan kejinya. Korban keduanya adalah anak tetangganya sendiri yang berusia kurang dari satu tahun.
![]() |
Puncak dari serangkaian horor ini terjadi pada tahun 2007, ketika korban ketiga jatuh. Targetnya adalah bayi perempuan berusia enam bulan bernama Khushboo, anak dari pasangan tetangga yang bekerja sebagai buruh tani. Ibu korban meninggalkan bayinya yang sedang tidur di beranda sekolah setempat untuk pergi sebentar. Ketika kembali, bayi tersebut raib.
Warga desa yang mulai curiga langsung menginterogasi Amarjeet. Tanpa rasa takut atau menunjukkan rasa bersalah sedikit pun, bocah itu kembali mengaku dengan tenang. Ia bahkan menceritakan secara detail bagaimana ia membawa bayi tersebut ke dekat sekolah, mencekiknya, dan memukul kepalanya dengan batu hingga tewas, sebelum akhirnya meninggalkan jasadnya di rumput tinggi.
Penangkapan dan Kondisi Kejiwaan
Setelah pengakuan tersebut, warga desa menyerahkan Amarjeet kepada pihak kepolisian distrik Begusarai. Saat diinterogasi oleh polisi, Amarjeet dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan, rasa takut, atau pemahaman atas apa yang telah ia perbuat. Ia bahkan tersenyum dan meminta biskuit selama proses interogasi, serta dengan santai memperagakan kembali pembunuhan yang ia lakukan.
Karena usianya yang masih sangat muda di bawah hukum India, Amarjeet tidak bisa diadili atau dijatuhi hukuman penjara seperti orang dewasa. Ia kemudian dikirim ke rumah tahanan khusus anak (juvenile home) di kota Patna untuk menjalani evaluasi psikologis dan rehabilitasi.
Para psikolog dan psikiater yang memeriksanya mendiagnosis Amarjeet mengidap gangguan kepribadian antisosial atau kondisi psikologis ekstrem yang dikenal sebagai conduct disorder. Ia menunjukkan gejala-gejala kurangnya empati, dorongan impulsif yang destruktif, dan kepuasan aneh yang ia peroleh dari melihat orang lain menderita (sadistic impulses).
Misteri Keberadaannya Kini
Setelah menjalani masa penahanan dan rehabilitasi di lembaga perlindungan anak hingga ia berusia 18 tahun (sekitar tahun 2016), Amarjeet Sada akhirnya dibebaskan sesuai dengan undang-undang perlindungan anak di India yang membatasi masa kurungan maksimal bagi pelaku di bawah umur.
Identitas dan lokasi keberadaannya saat ini dirahasiakan demi keamanan publik serta upaya reintegrasi sosial, mengingat kasusnya telah meninggalkan trauma mendalam bagi warga desa asalnya di Bihar.

